Kami di Pendidikan.Network
memang sangat mendukung perkembangan teknologi di bidang
pendidikan tetapi kami juga wajib untuk monitor
perkembangan teknologi dan cara melaksanakan dari sisi
keuntungan dan kemajuan mutu pendidikan secara rialistik
dan holistik. Apakah retorika
mengenai peran dan pentingnya teknologi pendidikan dalam
kegiatan belajar / mengajar sesuai dengan kenyataan dan
keadaan di Indonesia?
Sesuatu yang
perlu dianalisa dan didefinisikan dengan jelas pada
awalnya adalah Definisi Teknologi Pendidikan
sendiri. Ini definisi dari Association for Educational Communications and Technology (AECT) yang sering digunakan di Indonesia:
"Educational technology
is the study and ethical practice of facilitating
learning and improving performance by creating, using
and managing appropriate technological processes and
resources." (Wiki)
Tetapi kita perlu tanya apa artinya
"ethical practice" (Practice yang Mengembangkan Kemampuan
Manusia Untuk Menghadapi Masa Depan, atau hanya
membentukkan pikiran, pengetahuan tertentu, dan perilaku
yang seragam? Berbasis-situasi, realitas, dan
kebutuhan?), "facilitating learning" ("Learning" seperti apa? - Learning yang
mengarah ke Kebutuhan Bangsa Yang Cerdas, atau bangsa
yang hanya mencerminkan pikiran dan kemampuan umum tanpa
perkembangan pikiran kreatif oleh pelajar sendiri? -
Tujuan-Tujuan-nya apa?), "improving performance" (Meningkatkan "performance" apa? Hafalan
dan Menjawab Kepada Pertanyaan-Pertanyaan Tertentu atau
Kemampuan Berpikir Secara Mandiri dan
Kreatif?), dan "using and
managing appropriate technological processes and
resources" (Apa Teknologi
dan Proses Yang "Appropriate"? Ini Adalah Fondasi Ilmu
Teknologi Pendidikan. "Bagaimana kita dapat tahu tanpa
penelitian di lapangan kita yang lengkap?"
Siapa yang "manage" dan memilih teknologi yang sesuai
dan paling bermanfaat di Kelas Guru-Guru Kita?
Guru-Guru, ICTers, atau Yang Membuat Kebijakan yang
adalah Jauh Dari Kelas, Sekolah, Lapangan Luas, dan
Rialitas?).
Re: "Technology of
education is most simply and comfortably defined as an
array of tools that might prove helpful in advancing
student learning..." (Wiki) -
Again.... What learning? - "Key Issue"
Saya suka definisi ini untuk "teknologi"...
"KISS" (Keep It Simple Sir)
Re: "might prove helpful"
Sering sekali kita melaksanakan
kegiatan-kegiatan pembelajaran di kelas yang sempurna
dan tidak perlu teknologi sama sekali, misalnya Group-Learning /
"Group-Work", diskusi, games, dll...
Dan kebanyakan kegiatan yang berbasis
perkembangan orangnya "thinking skills" seperti
analisis, "critical thinking", sintesis, kreativitas,
inovasi, dll., yang jauh lebih baik difasilitasikan
dengan teknologi yang sederhana, yang mengajak
pelajarnya aktif dan kreatif (mengolahragakan
otak-nya), daripada teknologi canggih yang
suap-suapkan.
Jadi kita perlu tanya
pertanyaan-pertanyaan yang paling penting sebagai TPer
maupun Guru; Apa Tujuan Pendidikan
Kita (yang sebenarnya), dan Apa Teknologi
Terjangkau Yang Paling Sesuai Untuk Mencapaikan Tujuan
Itu (Appropriate Technology). Dan, kecuali kalau anda
guru TIK, itu jarang TIK.
Keadaan, Kenyataan, dan
Rialisme juga ada tiga faktor yang sangat
penting supaya kita dapat berhasil di lapangan - Tujuan
Ilmu Teknologi Pendidikan kan? Kita ingin Meningkatkan
"Mutu Pendidikan", tetapi kalau kita hanya main-main di
awan dan produk kita tidak tekait dengan bumi, untuk apa
Jurusan Teknologi Pendidikan? Kayaknya ada banyak
mahasiswa/i yang masih bingung mengenai peran TP di
lapangan, dan masa depan mereka, padahal kalau
teknologi-nya sesuai, peran-nya besar dan penting
sekali... Tidak Perlu Bingung!
Apa Tujuan Pendidikan Kita? Mengarah ke
bangsa yang seragam seperti robot? Mengulangkan
Pembelajaran-Pasif? Atau mengarah ke bangsa yang cerdas,
kreatif dan inovatif? Berbasis Pembelajaran-Aktif
(Pembelajaran Berpusat-Pelajar, Bukan
Berpusat-Teknologi).
Ini adalah
penting-nya analisis definisi-nya pada awal. Siapa tahu,
mungkin kita dapat membuat definisi baru yang lebih
lengkap dan gampang dipaham secara luas supaya tidak ada
banyak interpretasi (atau mis-interpretasi sesuai
kepentingan-kepentingan sendiri).
(Sumber: FB TP saya Desember 9, 2011)
Salam Teknologi Pendidikan
 (Teknologi Berbsis Ilmu
Teknologi Pendidikan)
"Perkembangan Keilmuan Teknologi
Pendidikan Sesuai Arah Pembangunan
Pendidikan" (Apakah Ada Arah Pembangunan
Pendidikan?)
"Ketidakmerataan Pendidikan Sudah
Cukup Sering Dibicarakan" (Solusinya? hm... tell me
how sir?)
"1 Komputer Untuk Satu Siswa, Atau
Berapa Rasio Yang Terbaik?" (Apakah Ini Hanya
Pertanyaan Akademik?) Kapan
Kita Akan Mempunyai "1 Komputer Untuk Satu
Siswa"?
"Pembelajaran Yang Standar
Dunia" (TTG & PAKEM)
"Kita Kan Tetap Harus Berusaha Untuk
Mengikuti Perkembangan Dunia" (Web-Based
Learning)
"Skype di kelas bahasa
Inggris?" (Skype & Pembelajaran)
"Teknologi Pendidikan Tepat Guna ::
Jaman Kini! " (Ayo! Menggunakan "Appropriate
Technology")
"E-Learning, Si TPers dan Peran
Teknologi Pendidikan" (Tangan Kiri Vs Tangan
Kanan)
"Programmed learning, Kreativitas,
Inovasi, dan E-Learning" (E-Learning Dapat Membunuh
Kreativitas!)
"Mobile E-Learning Will Go Away" :
M-Learning? (Apa Peran M-Learning : Analysis Roger
Schank)
"Is the role of high-tech in
learning significant?" (Enquiry from our Facebook
group)
"E-Book Sering Disebut Sebagai Alat
Bantu" (Mengapa kita selalu mencari solusi yang
sulit?)
"Video Pendidikan Gratis Buat Para
Pendidik Di Seluruh Indonesia!" (Aduh - Televisi Di
Kelas Lagi?)
"Perbedaan Pendidikan Ilmu Komputer
dengan Pendidikan Guru TIK" (Re: R Indra
Firmansyah)
"Kuliah Bersama di Widya
Telewicara" (Teleconferencing : Aduh - Teknologi
Lagi)
"Apakah Kebijakan terhadap TIK (ICT)
di Sekolah Mengancam Perkembangan
Pendidikan?" (Wooo..... Na ini
betul bahaya!)
"Appropriate Technology For
Sustainable National Education
Development" (Konsep-Konsep Untuk Pentaloka
Nasional)
"Learning and the Changing Needs of
The 21st Century" (North Central Regional
Education Laboratory)
"Mengaktifkan Siswa Dalam Belajar ::
Pembelajaran Aktif" (Terjemahan - Akhmad
Sudrajat 3 April 2010)
"Teknologi Pendidikan Untuk Masa
Kini / Masa Depan" (Ilmuwan Teknologi Pendidikan
Profesional)
'Menyanyi "Membela Yang Benar" Untuk
Teknologi Pendidikan' (Kita Harus
Berjuang.....)
"14 Tips Menggunakan Internet Secara
Cerdas" (Pak Heru Sutadi)
"Apakah Teknologi Pendidikan Adalah
Solusinya?"
"Dunia Pendidikan Terhadap Gagasan
Kewirausahaan"
Membahas Isu-Isu Teknologi
Pendidikan Di Facebook Kami
Bagaimana dengan mutu pendidikan di
negara-negara yang sudah memiliki fasilitas teknologi
pendidikan canggih? Misalnya; Australia dan U.S.A.
"Much of the recent media attention on higher
education has focused on allegations about the declining
quality of the educational experience, including claims
of ‘soft-marking’, declining academic standards and the
‘dumbing down’ of courses" (Department of Education, Australia).
"Australia needs nothing less than a
revolution in education - a substantial and sustained
increase in the quantity of our investment, and the
quality of our education," Mr Rudd says in the paper.
"This is required at every level of education from early
childhood to mature age." (The Australian, January 23, 2007).
"The Declining Quality of Mathematics
Education in the US" (Jedidiah Jan 26 08 2007)
"Mathematics education seems to be very subject to
passing trends - surprisingly more so than many other
subjects. The most notorious are, of course, the rise of
New Math in the 60s and 70s, and the corresponding
backlash against it in the late 70s and 80s. It turns
out that mathematics education, at least in the US, is
now subject to a new trend, and it doesn't appear to be
a good one."
"A study released Thursday
(December 16, 2005) by the U.S. Department of Education
shows that only 25% of college graduates were
“proficiently literate,” that is, “using printed and
written information to function in society, to achieve
one’s goals, and to develop one’s knowledge and
potential.” The results show a dramatic decline from
1992, the last year surveyed prior to this study. “This
seems like another piece of hard evidence, a fairly
clear indication, that the ‘value added’ that higher
education gave to students didn’t improve, and maybe
declined, over this period,” said Charles Miller, the
former University of Texas regent who is heading the
U.S. education secretary’s Commission on the Future of
Higher Education." (Fighting Stupidity)
Kalau mutu pendidikan di negara maju
dapat menurun walapun teknologi yang digunakan di bidang
pendidikan sudah canggih sekali, mengapa Indonesia dapat
percaya bahwa solusi pendidikan adalah teknologi
pendidikan canggih? Tidak masuk akal kan?
Teknologi dapat digunakan, tetapi hanya akan betul bermanfaat setelah
Ilmu Teknologi Pendidikan dan cara menggunakan teknologi
di bidang pendidikan sudah dipaham oleh manajemen
pendidikan kita maupun guru.
Beberapa Isu Penting:
- How did the brilliant minds who created the
technologies learn?
- Who are the real driving forces behind education
technology?
- Education Technology is Big Business! How
significant should the roles of Marketers and
Technologists be in Learning Institution decision
making?
- What would be the future of Education Technology
Departments in universities if we decided tomorrow
that the contribution from education technology was
not significant?
- Where can we find unbiased information?
- Are students really learning more effectively? Evidence?
- Every time we teach we need to ask do we need education
technology?
Kalau anda
berharap bahwa e-Learning adalah solusinya untuk
meningkatkan mutu pendidikan umum di Indonesia sekarang
ini - sebaiknya berpikir lagi! Pembelajaran di
kelas yang bermutu di sekolah adalah solusi
utama!
Perspektif Efektivitas
Sekolah
Implementasi teknologi di bidang
pendidikan perlu diintegrasikan ke dalam perencanaan
(master plan) terhadap semua aspek pengembangan
pendidikan secara seimbang (bukan secara proyek).
Sering pengumuman yang muncul di media mengenai
teknologi di arena pendidikan kelihatannya kurang
menilaikan penelitian dan pengalaman di dunia
pendidikan. Kasus-kasus teknologi dan pendidikan
tertentu kelihatannya juga diankat sebagai solusi
umum.
Memang kita wajib untuk mencari
solusi yang kreatif, tetapi kita juga wajib untuk
belajar dari pengalaman-pengalaman yang ada di dunia
supaya kita tidak hanya mengulangkan kegagalan negara
lain.
F.A.Q.
Dibuat 9 Desember,
2011 Copyright © 2008-2012
|